Layar Tancap dan Budaya Nobar di Indonesia

Beberapa teman pernah tanya, apa sih bedanya antara layar tancap dan nobar? Sebetulnya pertanyaan ini bisa dijawab dengan jawaban yang sederhana tapi gak ada salahnya kan kalau cari tahu jawabannya dengan cara ilmiah. Pertama-tama, kita mesti tahu dulu apa itu layar tancap dan apa itu nobar.

Istilah layar tancap itu dipakai karena cara atau metode ketika menonton pertunjukan tersebut. Sebuah layar putih besar akan dibentangkan mirip seperti layar bioskop, layar inilah yang kemudian dijadikan media pantul proyektor tempat memainkan film. Didirikan dengan pancang yang menancap di tanah makanya dikenal dengan istilah layar tancap.

layar tancap

 

Sementara nobar itu abreviasi dari kalimat nonton bareng (menonton Bersama). Tidak tahu pasti kapan istilah ini ditemukan, tapi dari beberapa informasi yang ditemukan, istilah nobar muncul di akhir tahun 90-an.

Di tahun ini, perfilman Indonesia mulai kembali menanjak dengan dipelopori oleh film drama AADC (Ada Apa Dengan Cinta) dan film horror Jelangkung. Di tahun yang sama, anak-anak remaja Indonesia seringkali menghabiskan waktu nongkrongnya di bioskop bersama kawan-kawan. Sejak saat itulah sitilah nobar muncul.

Solusi Kenyamanan dan Solusi Ekonomi

Banyak dari kalian mendengar cerita soal layar tancap dari ayah atau ibu, bahkan dari kakek dan nenek. Tapi kapan sih sebenarnya layar tancap pertama ditemukan?

Layar tancap di Indonesia adalah pengaruh dari budaya asing. Di tempat lahirnya, layar tancap dikenal dengan istilah drive-ins. Meski drive-in sendiri telah ada sejak awal tahun 1910-an, drive-in pertama yang dipatenkan dibuka pada 6 Juni 1933 oleh Richard Hollingshead di New Jersey, Amerika.

drive ins di tahun 1950an

Hollingshead bermaksud untuk memberikan solusi pada para penikmat film yang tidak begitu nyaman menonton di kursi bioskop yang kecil. Hollingshead menunjukan penemuannya pertama kali pada keluarganya yang kemudian mencoba mengiklankannya ke masyarakat luas.

Sampai di Indonesia, perfilman pertama Indonesia ditandai dengan dibuatnya film berjudul Loetoeng Kasaroeng pada tahun 1926. Pada saat itu film masih merupakan hal yang mewah dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kalangan bangsawan.

Layar tancap sendiri pertama kali digunakan untuk sarana sosialisasi wabah penyakit pes. Karena sifat teknologi yang memukau, layar tancap mulai digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan hiburan. Dimulai dari acara-acara hajatan orang-orang kaya. Hingga akhirnya solusi bagi orang-orang di pedesaan yang ingin menonton film namun tidak punya akses ke dalam bioskop.

 

Budaya Nobar adalah Budaya Leluhur

Biarpun istilah nobar baru ditemukan di akhir tahun 90-an, akan tetapi budaya menonton bersama ini sudah ada jauh sebelum perfilman lahir. Seni pertunjukan di Indonesia sudah lahir sejak dari berabad-abad yang lalu. Hiburan jenis ini sudah ada sebagai salah satu hiburan rakyat di zaman tersebut.

Budaya nobar bisa kita lihat dari kebiasaan orang tua kita dulu menonton wayang. Pertunjukan wayang diadakan di waktu-waktu untuk menghibur masyarakat dan tempat orang-orang bersosialisasi. Tidak hanya wayang, banyak hiburan lain seperti ludruk, ketoprak, lengser atau tarian yang dipertunjukan semata-mata untuk hiburan. Budaya seperti ini terus dipupuk dan dilestarikan seiring perkembangan zaman hingga lahirnya perfilman di Indonesia.

nobar bola di cafe

Kini nobar tidak hanya dilakukan untuk nonton film di layar tancap atau bioskop. Nobar seringkali dilakukan hanya untuk acara menonton televisi bahkan bukan hanya film tapi juga acara lain seperti pertandingan olahraga.

Di Indonesia, sebagai negara penggemar sepakbola, pertandingan sepakbola seringkali dijadikan ajang nobar untuk promosi sebuah restoran atau kafe. Anak-anak muda seringkali meluangkan waktu mereka untuk begadang menonton pertandingan klub favorit mereka sambil taruhan bola untuk menambah keseruan nobar.

 

Jadi apa sih bedanya antara layar tancap dan nobar? Mungkin bukan beda tapi nobar akan selalu ada di setiap pertunjukan layar tancap dan layar tancap akan selalu menjadi bagian dari budaya nobar. Selamat menonton!